|  |
 |
| |
 |
Perdagangan SUN dibuka sepi kemarin (2/9), jauh berbeda dengan kondisi pada hari
sebelumnya yang sempat diwarnai kenaikan harga sebesar 150–200 bps. Karena kenaikan harga yang berlangsung belum cukup kuat, investor di sisi beli cenderung memasang harga di bawah, dengan harga penawaran yang masih di atas. Investor bersikap lebih hati-hati, kemungkinan terkait dengan libur hari raya yang cukup panjang. Seri SUN yang diperdagangkan kemarin tidak banyak, antara lain FR0036 (jatuh tempo 15/9/19; harga 120,9; yield to maturity 8,1%), FR0047 (15/2/28; 107,15; 8,14%), dan FR0053 (15/7/21; 100,75; 8,14%).
|
| |
 |
Perdagangan SUN kemarin (1/9) berlangsung cukup ramai, diiringi oleh kenaikan harga SUN jangka panjang. Kenaikan harga ini disebabkan oleh inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi serta technical rebound setelah beberapa hari terakhir mengalami tekanan jual. Beberapa seri SUN yang cukup aktif ditransaksikan adalah FR0031 (jatuh tempo 15/11/20; harga 120,4; yield to maturity 8,03%), FR0042 (15/7/27; 108,85; 9,20%), FR0047 (15/2/28; 107,25; 9,16%), dan FR0053 (15/7/21; 100,25; 8,21%).
|
| |
 |
Harga obligasi pemerintah kembali melemah pada Selasa kemarin (31/08). Koreksi ini terjadi pada seluruh tenor, terutama pada obligasi yang likuid di pasar sekunder seperti FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 107,2; yield to maturity 7,67%), FR0030 (15/5/16; 112,7; 7,93%), FR0031 (15/11/20; 118,9; 8,17%), FR0040 (15/9/25; 119; 8,71%), serta FR0054 (15/7/31; 101,5; 9,33%).
|
| |
 |
Perdagangan SUN kemarin (30/8) berlangsung tidak terlalu ramai, meski terjadi penurunan harga pada SUN jangka panjang. Koreksi harga ini banyak dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Walau demikian, investor SUN jangka panjang, seperti dana pensiun dan asuransi, terlihat sudah mulai melakukan pembelian. Seri SUN yang aktif ditransaksikan antara lain FR0031 (jatuh tempo 15/11 /20; harga 119,5; yield to maturity 8,15%), FR0042 (15/7/27; 108,35; 9,26%), FR0047 (15/2/28; 106,5; 9,24%), dan FR0053 (15/7/21; 100; 8,25%).
|
| |
 |
Perdagangan SUN Jumat lalu (27/8) dibuka dengan koreksi harga. Harga SUN bertenor panjang turun 50–100 bps, sedangkan harga SUN bertenor panjang terkikis 30–80 bps. Ini terjadi akibat sentimen regional yang masih negatif serta antisipasi terhadap data inflasi Agustus yang akan diumumkan minggu ini. Sementara itu, harga obligasi korporasi masih bergerak stabil. Beberapa obligasi yang ramai diperdagangkan adalah FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 107,5; yield to maturity 7,59%), FR0042 (15/7/27; 109,19; 9,16%), FR0047 (15/2/28; 107,4; 9,19%), FR0052 (15/8/30; 112,29; 9,14%), FR0053 (15/7/21; 100,5; 8,17%), dan FR0054 (15/7/31; 103,24; 9,14%).
|
| |
 |
Harga obligasi pemerintah dibuka melemah kemarin (26/8). Sentimen negatif akibat pelemahan bursa global serta antisipasi investor terhadap lonjakan inflasi bulan ini menjadi penyebab penurunan harga obligasi pemerintah. Sementara, pasar obligasi korporasi tidak mengalami perubahan berarti, investor masih menghendaki obligasi BUMN bertenor panjang maupun obligasi lapis kedua bertenor pendek dengan yield 10%. Obligasi yang ditransaksikan antara lain FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 107,65; yield to maturity
7,56%), FR0028 (15/7/17; 111,55; 7,79%), FR0040 (15/9/25; 120,28; 8,58%), FR0042
(15/7/27; 110,05; 9%), FR0043 (15/7/22; 113; 8,49%), FR0047 (15/2/28; 108,15; 9%), FR0052 (15/8/30; 113,25; 9,1%), Indosat VII A (8/12/14; 106,45; rating 9%).
|
| |
 |
Harga obligasi pemerintah dibuka melemah kemarin (26/8). Sentimen negatif akibat pelemahan bursa global serta antisipasi investor terhadap lonjakan inflasi bulan ini menjadi penyebab penurunan harga obligasi pemerintah. Sementara, pasar obligasi korporasi tidak mengalami perubahan berarti, investor masih menghendaki obligasi BUMN bertenor panjang maupun obligasi lapis kedua bertenor pendek dengan yield 10%. Obligasi yang ditransaksikan antara lain FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 107,65; yield to maturity 7,56%), FR0028 (15/7/17; 111,55; 7,79%), FR0040 (15/9/25; 120,28; 8,58%), FR0042 (15/7/27; 110,05; 9%), FR0043 (15/7/22; 113; 8,49%), FR0047 (15/2/28; 108,15; 9%), FR0052 (15/8/30; 113,25; 9,1%), Indosat VII A (8/12/14; 106,45; rating 9%).
|
| |
 |
Perdagangan SUN kemarin (25/8) dibuka stagnan dengan harga yang sama dengan hari
sebelumnya. Sentimen negatif dari pasar Eropa masih sedikit berpengaruh terhadap sesi pagi pasar sekunder SUN yang berlangsung sepi. Sementara, harga SUN terlihat mengalami penurunan berkisar 20–30 bps pada pembukaan perdagangan sesi siang. Beberapa SUN yang diperdagangkan antara lain FR0040 (jatuh tempo 15/9/25; harga 121; yield to maturity 8,5%), FR0042 (15/7/27; 110; 8,98%), FR0052 (15/8/30; 113,75; 9%), dan FR0053 (15/7/21; 101,1; 8,09%).
|
| |
 |
Perdagangan SUN kemarin (24/8) berlangsung kurang marak. Sementara, di saat yang
sama lelang SUN menarik cukup banyak permintaan. Jumlah permintaan pada lelang
kemarin (24/8) mencapai sekitar Rp 16 triliun, sedangkan jumlah yang dimenangkan hanya Rp 4 triliun. Namun demikian, sentimen negatif dari pasar Eropa membuat hal tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap perdagangan SUN di pasar sekunder. Beberapa obligasi yang ditransaksikan kemarin yaitu FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 108,05; yield to maturity 7,47%), FR0030 (15/5/16; 113,75; 7,73%), FR0042 (15/7/27; 111; 8,97%), dan FR0053 (15/7/21; 101,5; 8,04%).
|
| |
 |
Menjelang lelang SUN yang diadakan hari ini, perdagangan obligasi pada Senin kemarin (23/8) berlangsung sepi. Kuotasi bid dan offer hanya terbatas pada beberapa seri yang likuid di pasar, serta pada spread harga yang cukup lebar. Sementara itu, pada obligasi korporasi, investor masih mencari obligasi BUMN bertenor panjang atau obligasi lapis kedua bertenor menengah yang menawarkan yield 10%. Obligasi yang sempat ditransaksikan kemarin antara lain FR0027 (jatuh tempo 15/6/15; harga 108; yield to maturity 7,48%), FR0030 (15/5/16; 113,35; 7,81%), FR0040 (15/9/25; 121,05; 8,09%), serta FR0053 (15/7/21; 101,5; 8%).
|
|
|